Showing posts with label Language. Show all posts
Showing posts with label Language. Show all posts

Monday, May 23, 2016

Beza bahasa Melanau dan Melayu


Photo: Muzium Melanau Sapan Puloh

Sering kali terdapat salah faham yang mengatakan bahawa bahasa melanau itu merupakan dialek atau cabang bahasa melayu. Istilah melanau melayu sering kali digunapakai. Sebenarnya tangapan begitu kurang tepat.

Dalam penulisan ini, Learn Melanau ingin mengupas persoalan dan perbezaan antara bahasa melanau dan bahasa melayu. 

Adakah Bahasa Melanau cabang bahasa melayu? 

Jawapannya tidak. Bahasa Melanau tergolong dalam rumpun North Borneo dan Bahasa Melayu dalam rumpun Malayo-Chamic.
 
Fakta yang menarik, bahasa Iban merupakan bahasa yang serumpun dengan bahasa Melayu yakni dalam Rumpun Malayic dan Bahasa Bintulu (Vaie) bukanlan bahasa melanau tetapi dalam rumpun North Sarawakan.

Source: Ethnologue

Mengapa bahasa melanau mengunakan banyak istilah bahasa melayu? 

Seperti yang kita ketahui, bahasa melayu merupakan lingua franca di seluruh pelusuk asia tenggara. Bahasa melayu merupakan bahasa perdangangan dan banyak mempengaruhi bahasa-bahasa tempatan. Sebagai contoh bahasa Tagalog di Filipina menggunakan sekitar 3200 perkataan melayu dalam kosa katanya.

Bangsa melanau yang juga merupakan pelayar dan pedagang utama di rantau asia tenggara, meminjam kosa kata bahasa melayu dan di"melanau"kan untuk tujuan perdangangan harian mereka dan untuk menerangkan konsep dunia melayu yang asing buat orang melanau.

Tiada sapaan waktu dalam bahasa melanau. 

Dalam memulakan perbualan, sapaan merupakan pembuka bicara yang sering digunakan. Dalam bahasa melanau tiada istilah selamat pagi, selamat petang, dan selamat malam digunakan. Sapaan sebegini merupakan pinjaman dari budaya melayu.

Sapaan (Muwueng) dalam bahasa melanau lebih berbentuk gurauan (Selurok), bidalan (Tidak/ Perambahan), atau omongan terhadap kerja yang tengah dilakukan.

Contoh:
Menyapa seseorang yang tengah menjemur kain:

"Puwei gak dibak pala ji kaau giyen". (Berjemur dibawah mentari rupanya kamu disana). 

Menyapa seseorang yang berjalan membawa barang runcit ditangan:

"Mengasi kawak idak ji wak nasui nou yen" (Banyaknya barang yang dibawa itu). 

Tiada ungkapan "Terima kasih".

Kebanyakan bahasa-bahasa di borneo khususnya bahasa melanau, konsep berterima kasih dengan ungkapan "Terima Kasih" merupakan konsep yang dahulunya amat asing.

Ungkapan "Terima Kasih" merupakan ungkapan yang diperkenalkan budaya melayu kepada masyarakat borneo.

Ini tidak bermakna bahawa bangsa melanau tidak tahu berterima kasih, cuma bagi bangsa melanau, perasaan terhutang budi ataupun berterima kasih tidak mencukupi dengan sekadar ungkapan.

Memandangkan bangsa melanau pernah tinggal dalam satu rumah besar, budaya bahawa setiap ahli masyarakat perlu menambah apa yang kurang dan membantu sama lain dilihat sebagai perbuatan yang fitrah dan lazim.

Konsep membalas kebaikan orang lain pada masa jikalau ada kemampuan merupakan cara tersendiri orang melanau berterima kasih.

Konsep ini tersimpul dalam ungkapan lama melanau:


Enda bei inou bak idok kou gak nou ajau, menyabek asek ipok siewlah tuwa

Tiada apa yang saya boleh berikan sekarang, memohon kasihan Ipok (Semangat alam) dahululah kita berdua. 

Apabila orang melanau melihat orang ingin berbaik kepadanya, ungkapan sebegini sering diucapkan.

"Kak un kaau gagau"- Janganlah kamu susahkan diri

Konsep "Fikir"

Konsep memisahkan akal fikiran dan perasaan merupakan konsep yang dibawa oleh bangsa melayu.

Dalam dunia melanau, akal fikiran dan perasaan merupakan satu zat yang tidak boleh dipisahkan kerana akal boleh mempengaruhi perasaan dan perasaan juga boleh pengaruhi akal. Penyatuan akal dan perasaan ini dirumuskan sebagai istilah "Naseng".

Oleh yang demikian, jikalau orang melanau ingin bertanya pendapat seseorang, orang tersebut akan ditanya tentang "Naseng" nya:

Betan tan naseng nou? Apakah rasa "Naseng" awak? ( Apa fikiran kamu?)

Dalam budaya melanau, berfikir ( melanau: Pikir) dilihat sebagai sesuatu yang tidak baik. Lazimnya orang melanau melarang orang yang kuat sangat befikir

Kak jed angai pikir- Janganlah kuat sangat berfikir

 kerana perbuatan ini boleh menimbulkan was was dan menganggu perjalanan pekerjaan harian dan juga menganggu  "Naseng" (Pedeh Naseng).


Thursday, April 7, 2016

Jahak vs Jegem: The colourful side of melanau mukah

Photo: Nelson's Adventure


Melanau mukah is one of dialect spoken mainly by the people in the administrative district of Mukah.

Did you know that there is a subtle difference in melanau mukah spoken in the village near the headwaters (Ajok) e.g in Tellian with the melanau mukah spoken in the villages near the estuary (Abak) e.g. Tutus hilir.

In the past these villages are isolated and may at some point at war which each other, the type of melanau mukah they speak are very different.

Fortunately nowadays many melanau in Mukah befriend with each other and the differences in vocabulary are often misunderstood as synonym by the younger generation - Same meaning different word. But for melanau mukah outside Mukah like in Miri division, these differences are still evident.

Here are some examples:

Jahak vs Jegem (to be with/ with, malay: dengan, bersama):

Abak: Jahak
Ajok: Jegem

Example:
Jahak / Jegem sai kaau mapun sibu? - With whom you are going to sibu?

Itou selau vs Ajau (now, malay: sekarang):

Abak: itou selau
Ajok: ajau

Example: Telou makau itou selau/ ajau! - We are going now!

Keman vs Kuman  (from , malay: dari):

Abak: Keman. Also means to eat.
Ajok: Kuman

Example: Keman/ Kuman gan kaau yen? - We are you from?

Dagen vs Lubeang  (inside , malay: dalam):

Abak: Dagen
Ajok: Lubeang

Example: Inou dagen/lubeang  yen? - What is inside here?

Ganjil vs Gajil  (lazy , malay: malas):

Abak: Ganjil
Ajok: Gajil

Example: Ganjil/ Gajil tan rasa kou lau itou - I feel lazy today.

Mun vs Amun  (if , malay: kalau):

Abak: Mun
Ajok: Amun

Example: Mun/Amun kaau mapun kedai, melei segerit gak kou - If you are going to shop, buy me  cigarette.

Enda bei vs Nda bei  (do not have , malay: tiada):

Abak: Enda bei
Ajok: Nda bei

Example: Enda bei/ Nda bei duit kou. - I dont have any money.

Ji an vs Kutan  (how , malay: bagaimana):

Abak: Ji an
Ajok: Kutan

Example: Ji an/ Kutan tan itou? - How is it?

And finally this may cause some misunderstanding :p

Lulok vs Lulok  (to chase after/ to visit , malay: mengejar, melawat):

Akou lok melulok siyen.

Abak: Can mean to chase after OR to visit. Depends on the context. I want to visit him OR I want to chase after him
Ajok: Only means to chase after. I want to chase after him.

Saturday, May 18, 2013

The origin of the word RUTIK PAUN


Sarawakians call bread as Roti Paun and in melanau it is called Rutik Paun. Not many knows that the word PAUN is actually originated from the word for Bread "pão" in Portuguese.

The word pão is pronounce similar to PA-UN.

The eastern seaboard of Borneo was charted, though not settled, by the Portuguese in the early 16th century. The area of Sarawak was known to Portuguese cartographers as Cerava.

Bread may be introduced in sarawak by the portuguese or indian traders since the word for bread in Hindi पाव (pāv) and in Gujarati is પાઉં (paauun).

Saturday, June 23, 2012

10 Foreign Words you thought were Melanau (Loanwords)

Loanwords are words adopted by the speakers of one language from a different language (the source language).This are just a few "borrowed" words and phrases which are commonly used in modern melanau. 1. Omo- a washing powder. Comes from an english brand of washing powder OMO- On my own. Omo, Unilever’s international-brand washing powder. Omo is a blue detergent powder launched in 1954, and became the Unilever spearhead in the synthetic detergent market. Brands From the Past - OMO soap powder
2. Merait- comes from the word "right". To "right" means to tick or to correct an exam paper.

  272/365 another ouch!

 3. Wap- a wharf

Wharf No.8-9, Glebe Island

 4. Gab- to be fashionable. Comes from the english word "garb"- fashion fashion plate - a FREE Friday Download
 5. Diek- from the english word "deck"

  20050615 Deck 2

6.  Ingsil- a "Hinge"- a jointed or flexible device on which a door, lid, or other swinging part turns. from malay word "Engsel".

Mini Hinge

7.  Segerit- Comes from the word "cigarette".

What We Think They're Made Of

8. Bicin-a brand of MSG Ve-Tsin

MSG

9. Setukin- comes form the noun "stocking"- a usually knit close-fitting covering for the foot and leg

noro socks finished

10.  Rutik paun- a normal sandwich bread. During the Brooke era 1 batch of roti paun used weighs 1 pound.

Bread Loaf

 

© 2013 Melanau. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top